Articles
Melindungi Diri Dari Kuman
Monday, 10 September 2012

Kuman, bakteri, dan virus tidak hanya terdapat pada tempat-tempat yang terlihat kotor saja namun juga di tempat yang terlihat bersih sekalipun.

Bahkan ada lebih banyak kuman dan bakteri di satu dari lima keyboard komputer daripada dudukan toilet. Demikian diungkapkan Which Organization, organisasi perlindungan konsumen di Amerika Serikat, yang melakukan penelitian di Universitas Arizona pada 2007. Dan tempat paling kotor dengan kuman yang paling banyak, menurut Charles Gerba, Ph.D., mikrobiologis dari University of Arizona, adalah lantai toilet, keran di wastafel serta wastafel. Sementara di rumah, remote TV sama kotornya dengan spons cuci piring, dan lebih penuh mikroba daripada kloset.Yang lebih gawat, kuman, bakteri dan virus tersebut dapat berpindah dengan menempel pada tangan dan masuk melewati hidung atau mulut manusia. Anak-anak, misalnya, suka menggosok-gosok, mengorek-ngorek dan mengusap-usap hidung. Kebiasaan itu mengakibatkan mereka terpapar kuman, bakteri dan virus, akhirnya masuk ke tubuh sehingga menimbulkan penyakit. Apalagi jika anak-anak terluka saat bermain. Luka yang terbuka akan sangat rentan terhadap terpaan kuman, bakteri dan virus.Salah satu cara untuk mencegah masuknya kuman ke dalam tubuh adalah dengan mencuci tangan menggunakan antiseptik. Antiseptik merupakan agen kimia yang bisa mencegah, memperlambat, atau menghentikan pertumbuhan kuman pada permukaan luar tubuh dan membantu mencegah infeksi.Hal itu karena antiseptik mengandung tiga bahan aktif penting, yaitu chlorhexidine gluconate, benzalkonium chloride dan benzyl alkohol. Zat aktif tersebut dapat memberikan perlindungan selama enam jam terhadap setidaknya bakteri, virus, jamur dan parasit, serta memungkinkan untuk diaplikasikan terhadap berbagai tempat sumber kuman, seperti tangan, luka dan peralatan.   “Chlorhexidine gluconate mempunyai daya bakterisidal dan bakteriostatik berspektrum luas dan bekerja cepat untuk golongan kuman gram positif dan gram negatif, seperti Pseudomonas aeruginosa sp. Penambahan Benzalkonium chloride dan benzyl alkohol berfungsi meningkatkan potensi dan mengurangi reaksi iritasi pada penggunaannya,” jelas Dr. Hanny Nilasari, SpKK, Dermatolog dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.Tidak melulu dalam format sabun, kandungan antiseptik juga terdapat dalam produk-produk cairan antiseptik, yang menyediakan kelebihan membersihkan tangan secara instan tanpa bantuan air dan sabun. Bahkan saat ini ada juga antiseptik dalam kemasan kompak yang bisa dibawa bepergian, seperti Care Plus. Hal itu tentu akan lebih memudahkan ketika menjalani perjalanan jarak jauh, misalnya, yang sulit menemukan air bersih mengalir.

Sumber :http://www.readersdigest.co.id